Minggu, 27 Maret 2016

Tugas ke 2 Aplikasi Komputer

Fungsi-Fungsi Teks Pada Excel

1. Fungsi Concatenate, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk menggabungkan item-item baik yang berupa teks, angka, referensi sel atau kombinasi dari item-item tersebut ke dalam satu string teks hingga mencapai 225 string teks.
Contoh:
Pada penggabungan ini teks pada data 1 (kolom A) akan digabungkan dengan teks pada data 2 (kolom B) dengan syarat isi teks pada kolom A adalah bukan “Bahaya”. Sedangkan jika isi teks pada kolom A merupakan string “Bahaya”, maka akan dikembalikan sebuah string teks (bahaya) pada hasil yang diberikan.


Berikut rumus formula yang digunakan pada kolom C pada masing-masing sel:
=IF(A2="Bahaya","Bahaya",CONCATENATE(A2,B2)) Pada sel C2, rumus ini akan mengembalikan sebuah strings bahaya karena isi strings teks pada sel A2 (kolom A) adalah bahaya.
=IF(A3="Bahaya","Bahaya",CONCATENATE(A3,B3)) Pada sel C3, rumus ini akan menggabungkan teks pada sel A3 dengan sel B3 (DuaBahaya), Walaupun ada kata bahayanya tetapi bahaya disini adalah isi dari strings B3 (bukan bernilai TRUE pada fungsi if).
=IF(A4="Bahaya","Bahaya",CONCATENATE(A4,B4)) Padas el C4, rumus ini memberikan hasil yang sama dengan contoh pada sel C3.

2. Fungsi Left, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk mengembalikan karakter pertama atau beberapa karakter dalam string teks dari posisi paling kiri berdasarkan jumlah karakter yang ditentukan.
Contoh:
Pada contoh fungsi left ini akan dilakukan dengan menggabungkan fungsi if, fungsi istext, dan fungsi left. Fungsi if akan memeriksa sel dengan fungsi istext sebelum dilakukan pengambilan karakter dengan fungsi left.


=IF(ISTEXT(A2),LEFT(A2,5),"Bukan Teks")
Pertama fungsi if akan mengecek apakah sel A2 merupakan strings teks dengan warna cokelat.
Jika pada if bernilai TRUE  maka akan dilakukan fungsi left pada sel A2 dengan mengambil 5 karakter dari paling kiri (warna biru).
Jika pada if bernilai FALSE maka akan dikembalikan strings "Bukan Teks" (warna merah).

3. Fungsi Right, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk mengembalikan karakter terakhir atau beberapa karakter dalam string teks dari posisi paling kanan berdasarkan jumlah karakter yang ditentukan.
Contoh:
Contoh pada kondisi ini adalah mengambil empat karakter dari suatu strings teks pada kolom A yang dimulai dari paling kanan jika status pada kolom B adalah aktif.

Dengan menggabungkan penggunaan fungsi right dengan fungsi if, maka contoh hasil dari fungsi if bersyarat ini dapat dilihat pada gambar fungsi right 3, dengan rumus formula pada sel C2:


=IF(B2="Aktif",RIGHT(A2,4),"Tidak Aktif")
Berikut ini penjelasan dari fungsi right
Dengan logical_test pada fungsi if (warna cokelat) akan di cek strings teks pada sel B2.
Jika pada logical_test bernilai TRUE maka akan dijalankan fungsi right (warna biru).
Jika pada logical_test bernilai FALSE maka akan dikembalikan nilai "Tidak Aktif" (warna merah).

4. Fungsi Mid, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk mengembalikan karakter dari tengah atau sebuah string yang posisi mulainya dan jumlah karakternya ditentukan.
Contoh:
Pada contoh ini fungsi mid akan mengembalikan karakter pada kolom A jika strings pada kolom C adalah Item 2. Sedangkan jika strings pada kolom C tidak berisi Item 2 maka akan dikembalikan nilai "Bukan Item 2".



5. Fungsi Lower, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk mengubah semua string teks menjadi huruf kecil dalam string teks.
Contoh:
Penggabungan fungsi-fungsi ini akan mengubah strings teks pada kolom A apabila status pada kolom B adalah "Aktif". Sedangkan jika status pada kolom B adalah "Tidak Aktif", maka nilai yang akan dikembalikan pada kolom C adalah "Tidak Aktif".



Dengan menggabungkan fungsi-fungsi ini, maka contoh hasil pada sel C4 akan mengubah strings teks pada sel A4 dan menghilangkan kelebihan spasinya dengan rumus formula :
=IF(B4="Aktif",LOWER(TRIM(A4)),"Tidak Aktif").

6. Fungsi Proper, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk mengubah semua string teks menjadi profesional teks yaitu setiap string teks diawali dengan huruf besar dan diikuti dengan huruf kecil.
Contoh:
Penggabungan ini adalah untuk mengubah bentuk teks pada kolom A jika status pada kolom B adalah "Aktif". Sedangkan jika status pada kolom B adalah "Tidak Aktif" maka penggabungan fungsi ini akan mengembalikan nilai "Tidak Aktif"




Berikut rumus formula yang diberika pada masing-masing sel di kolom C :
Sel C2 : =IF(B2="Aktif",PROPER(TRIM(A2)),"Tidak Aktif")
Sel C3 : =IF(B3="Aktif",PROPER(TRIM(A3)),"Tidak Aktif")
Sel C4 : =IF(B4="Aktif",PROPER(TRIM(A4)),"Tidak Aktif")
Sel C5 : =IF(B5="Aktif",PROPER(TRIM(A5)),"Tidak Aktif")
Sel C6 : =IF(B6="Aktif",PROPER(TRIM(A6)),"Tidak Aktif")
Sel C7 : =IF(B7="Aktif",PROPER(TRIM(A7)),"Tidak Aktif")

7. Fungsi Upper, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk mengubah semua string teks menjadi huruf besar dalam string teks.
Contoh:
Fungsi upper akan mengubah menjadi huruf besar semua dan menghilangkan kelebihan spasinya jika status pada kolom B adalah "Aktif".



Berikut ini rumus formula yang digunakan pada masing-masing sel di kolom C :
=IF(B2="Aktif",UPPER(TRIM(A2)),"Tidak Aktif")
=IF(B3="Aktif",UPPER(TRIM(A3)),"Tidak Aktif")
=IF(B4="Aktif",UPPER(TRIM(A4)),"Tidak Aktif")
=IF(B5="Aktif",UPPER(TRIM(A5)),"Tidak Aktif")
=IF(B6="Aktif",UPPER(TRIM(A6)),"Tidak Aktif")
=IF(B7="Aktif",UPPER(TRIM(A7)),"Tidak Aktif")

8. Fungsi Trim, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk menghapus semua string teks kecuali string tunggal diantara kata-kata atau string teks.
Contoh:
Contoh penggunaan fungsi trim untuk menghapus atau menghilangkan kelebihan spasi agar kalimat dalam suatu strings teks menjadi hanya satu spasi antara satu kata dengan kata lainnya dapat dilihat pada gambar fungsi trim 2 dibawah ini. Strings teks pada sel A4 yaitu "jln   Sudirman no 2" dengan menggunakan fungsi trim maka kelebihan teksnya dihilangkan sehingga menjadi "jln Sudirman no 2".



9. Fungsi Len, yaitu fungsi yang berfungsi untuk menghitung jumlah karakter dari string teks yang ditentukan.
Contoh:
Berikut ini adalah contoh cara menggabungkan fungsi len dengan fungsi trim seperti terlihat pada gambar fungsi len 2 dibawah ini.



Dengan contoh data yang sama, nilai yang dikembalikan dari strings teks pada kolom A dengan mengabaikan spasi yang berlebih adalah sama.
Contoh rumus formula menghitung jumlah karakter seperti ini pada sel B2 adalah :
=LEN(TRIM(A2))

10. Fungsi Fixed, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk membulatkan angka ke jumlah desimal yang ditentukan serta memformat angka kedalam bentuk desimal dengan menggunakan titik dan koma.
Contoh:
Contoh hasil penggunaan tanpa separator / pemisah ini, sobat bisa lihat pada contoh gambar fungsi fixed 2 dibawah ini.



Contoh rumus formula pada sel D3 adalah
=FIXED(C3,1,1)

11. Fungsi Exact, yaitu sebuah fungsi yang berfungsi untuk membandingkan dua string teks dan mengembalikan nilai TRUE  jika sama persis atau identik dan mengembalikan nilai FALSE jika tidak sama.
Contoh:
Dengan contoh yang sama dengan diatas dengan menggunakan rumus formula pada sel C2 bisa diketik rumusnya =EXACT(A2,A7) dan hasilnya akan tampak seperti pada gambar fungsi exact 3 dibawah ini :





Minggu, 13 Maret 2016

Perbandingan Aplikasi Visual Basic 6.0 Dan Visual Fox Pro

A.        Pengertian Visual Basis 6.0
Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM).

Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.
·      Kelebihan dan Kekurangan Visual Basic 6.0
Microsoft visual basic 6.0 mempunyai banyak kelebihan dibandingkan software atau bahasa pemograman lainnya.
- Kelebihan dari visual basic                           
Ø  Kurva pembelajaran dan pengembangan yang lebih singkat dibandingkan bahasa pemrograman yang lain seperti C/C++, Delphi atau bahkan PowerBuilder sekalipun.
Ø  Menghilangkan kompleksitas pemanggilan fungsi windows API, karena banyak fungsi – fungsi tersebut sudah di “embedded” kedalam syntax visual basic.
Ø  Cocok digunakan untuk mengembangkan aplikasi / program yang bersifat “Rapid Application Development).
Ø  Sangat cocok digunakan untuk membuat program atau aplikasi bisnis.
Ø  Digunakan oleh hampir microsoft office sebagai bahasa macro dan segera akan diikuti oleh yang lainnya.
Ø  Dapat membuat ActiveX Control.
Ø  Dapat menggunakan OCX atau komponen yang disediakan oleh pihak ketiga (Third Party) sebagai tools pengembang.
Ø  Menyediakan wizard yang sangat berguna untuk mempersingkat atau mempermudah pengembangan aplikasi.
Ø  Mendekati Object Oriented Programming.
Ø  Dapat di-integrasikan dengan internet, baik itu pada sisi Client maupun pada sisi Server.
Ø  Dapat membuat ActiveX Automation Server.
Ø  Integrasi dengan Microsoft Transaction Server.
Ø  Dapat menjalankan server tersebut dari mesin yang sama atau bahkan dari mesin atau komputer yang lain.

Meskipun visual basic memiliki banyak kelebihan tetapi tetap saja mempunyai kekurangan atau kelemahan. Kelemahan tersebut karena disebabkan oleh keterbatasan visual basic dalam mengambil fungsi – fungsi yang bersifat low-level yang berhubungan dengan hardware maupun operating system windows itu sendiri.
- Kekurangan Dalam Visual Basic
Ø  File Distribusi Runtime lebih besar dari C/C++.
Ø  Tidak mempunyai fungsi – fungsi untuk mengambil fitur – fitur dari    operating system sebanyak C/C++.
Ø  Visual Basic adalah bahasa pemrograman yang powerful, tetapi sebenarnya tidak terlalu bagus untuk membuat game-game yang benar-benar memuaskan.
Ø  Lebih lambat dibandingkan bahasa pemrograman lain.

B.        Pengertian Visual Fox Pro
Microsoft Visual Fox Pro adalah salah satu bahasa pemrograman prosedural dan bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Microsoft. Visual Foxpro dikenal sebagai Software Developer Tool menyediakan pula fasilitas prototyping dan RAD untuk membangun aplikasi yang cepat.

·      Kelebihan dan Kekurangan Visual Foxpro
     Kelebihan Visual Foxpro :
Ø  Menghasilkan objek file
Ø Sumber program sulit dibaca sehingga bisa  menghindarkan sumber program dari jangkauan orang – orang yang tidak berhak.
Ø  Kemampuan untuk deklarasi variabel Array
Ø  Kemampuan input output Access File Handle
Ø  Memungkinkan  dilaksanakan hubungan antara file database.

·      Kekurangan Visual Foxpro 9.0

Ø   Tidak tersedia tipe data pointer
Ø   Tidak bisa digunakan untuk membuat OCX
Ø    Pengembangan versi sekarang sudah terhenti di versi 9.0
Ø Pembuatan report yang belum mengimplementasikan OOP (direncanakan akan diimplementasikan di VFP 9)
Ø  Menu-designer yang juga belum mengimplementasikan OOP.



Menurut saya, lebih bagus menggunakan Microsoft Visual Fox Pro. Karena Microsoft Visual Fox Pro merupakan salah satu bahasa pemrograman prosedural dan bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Microsoft. Visual Foxpro dikenal sebagai Software Developer Tool menyediakan pula fasilitas prototyping dan RAD untuk membangun aplikasi yang cepat.
Selain itu, Visual FoxPro
9.0 merupakan sarana pemrograman yang handal dan banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi karena dapat menggabungkan sisi efisiensi dan nilai estetika pada sebuah aplikasi.